Jumat, 22 April 2011

smithchart jilid 2

dari post yang sebelumnya kini kita lanjutkan bagaimana cara pembuatan smithchart dan pemakaiannya
ada 2 jenis smithchart yang biasa digunakan yaitu
     1. single smithchart atau smith chart 1 warna
pada smithchart 1 wana ini biasanya digunakan untuk penyelesaian saltrans atau gelombang microwave yang sederhana.
     2. double smith chart atau smithchart 2 warna

untuk smithchart 2 warna ini sebenarnya merupakan perpaduan dari 2 buah single smithchart dengan memutar salah satu smithchart sebesar 180 derajat. Dalam penggunaannya sebenarnya hanya untuk mempermudah dalam menyelesaikan persoalan atau menganalisa hasil pekerjaan agar lebih mudah, praktis, tepat dan cepat

Minggu, 20 Maret 2011

smith chart

Metoda grafis dengan Smith Chart digunakan untuk memudahkan penyelesaian persoalan saluran transmisi (dan juga gelombang datar), disebabkan karena dalam analisis sering muncul bilangan kompleks yang sulit. Smith chart pada dasarnya adalah kurva-kurva untuk tahanan konstan dan reaktansi konstan , dan dapat meatakan impedansi input , beban, bahkan impedansi di tiap titik sepanjang saltran.






dengan menggunakan konsep diatas serta rumus disamping maka akan didapatkan beberapa titik.

Sedangkan titik-titik pada smith chart digambarkan sebagai impedansi relatif terhadap impedansi karakteristik saluran Z0, sehingga :  
























dari keterangan diatas maka dapat digabung menjadi  . . . .
to be continue . . hehe 

Jumat, 11 Februari 2011

Trafo lambda/4


Kali ini kita mencoba untuk membahas tentang matching impedance menggunkan trafo lambda/4. cara ini agak susah karena dalam realisasi secara nyata bahan yang digunakan cukup sulit untuk didapatkan.

Berikut merupakan langkah-langkah yang harus diperhatikan:
  1.  Zin = Zo(syarat matching impedance)
  2. jika diasumsikan Zo dan Zt lossless atau tanpa redaman, sedangkan Zl resistif murni, maka






   3.  Jika Zl bukan resistif murni maka trafo dipasang sejauh d agar Zind bernilai resistif murni
    
  4.  dengan demikian maka langkah no 1 terpenuhi.

      
untuk kali ini mungkin cukup sekian aja semoga bermanfaat amiin. sesi selanjutnya mungkin saya akan mencoba untuk berbagi menhitung matching impedance menggunakan grafik smithchart.



Kamis, 10 Februari 2011


MATCHING IMPEDANCE

Matching impedance adalah penyepadanan pada saluran yang dilakukan agar impedansi input saluran transmisi ZIN = ZO, sehingga terjadi transfer daya maksimum. Matching impedance ini hanya dapat diaplikasikan pada rangkaian dengan sumber AC.
  • Tujuan matching impedance :
a)      Memaksimalkan daya kirim dari sumber ke beban.
b)      Meminimalisasi rugi – rugi di saluran transmisi.
c)      Memaksimalkan S/No pada input penerima.
d)     Meminimalisasi distorsi signal di saluran transmisi.
  • Macam – macam matching impedance :
a)      Menggunakan strip mikro.
b)      Menggunakan trafo λ/4.
c)      Menggunakan rongga koaksial.
d)     Menggunakan stub.
Dalam praktikum kali ini kita hanya membahas tentang matching impedance  menggunakan stub.

2.4 MATCHING IMPEDANCE MENGUNAKAN STUB TUNGGAL PARALEL
Stub adalah lengan open/short sirkuit pada saluran transmisi untuk menghasilkan reaktansi murni pada point dan frekuensi yang diinginkan. Nilai reaktansinya dapat dibuat, selama panjang stub antara 0 – ½ λ.

Gambar 2.1:  Matching impedance menggunakan Stub tunggal paralel

YA=YB+YS

 
            Penyepadan dengan menggunakan stub paralel dilakukan dengan menghubungkan secara paralel saluran stub yang mempunyai impedansi input (ZS) dengan saluran utama. Saluran stub mempunyai beban (ZC) berupa : kapasitif, induktif, open circuit atau short circuit.
            




Misal YB=GB+jBB maka agar saluran sepadan (YA=1/Zo=GB) maka
Ys=-j BB